Bojonegoro, Kabar1news.com – Moch Sahroni, Kepala Desa Banjarejo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur mengajak remaja bijak ber -medsos.
“Mari kita bijak menggunakan media sosial (medsos), ambil yang baik dan bung yang buruk di medsos,” ujarnya. Dikutip Kabar1news.com saat giat Posyandu Remaja di Balai Desa setempat pada Jumat (16/6/2023) siang, dengan tema “Generasi Sehat, Indonesia Hebat”.
Moch Sahroni mengatakan, giat Posyandu Remaja ini, pihaknya mengundang sejumlah narasumber baik dari Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kecamatan Sumberrejo, Forkopimcam, Tokoh Agama, Pemuda dan Masyarakat dimaksudkan untuk memberikan wawasan kepada ratusan remaja di Desa Banjarejo.
“Kami ingin remaja di Desa Banjarejo ini menjadi Generasi Sehat untuk Indonesia Hebat,” ujar Kades berpenampilan rapi ini.

Sementara itu, Camat Sumberrejo, Gunardi mengungkapkan, remaja sekarang banyak tidak mengenal tetangganya. Mirisnya, kata Gunardi, remaja sekarang banyak memilih berteman via media sosial/jejaring (Facebook, Instagram, WAG, tik tok dan lain-lain).
“”Lebih baik kenali tetangga daripada perkenalan lewat media sosial, karena banyak editan,” serunya.
Gunardi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mempunyai program satu desa 10 sarjana. Bahkan, anak-anak yang ingin meneruskan kuliah ada beasiswa juga.
“Syaratnya, mempunyai Indeks Prestasi (IP) bagus. Jadi, harus belajar dengan giat,” imbuhnya.
Senada, Kapolsek Sumberrejo, Fatkur Rahman mengimbau, remaja untuk hati-hati dan bijak ber -medsos, agar tidak terjerumus dan terkena jeratan hukum.
“Fokuslah belajar, gunakan gedget seperlunya, hindari hal-hal negatif,” imbaunya.
Dikesempatan ini, narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, Bambang menegaskan, pentingnya pemahaman dan pengenalan resiko seksualitas serta sikap/perilaku remaja dalam rambu-rambu yang harus dihindari.
“Mari kita kenali bahaya dan resikonya,” tandasnya.
Sementara, Icha, seorang siswi SMA kelas X (warga setempat), peserta Posyandu Remaja mengaku senang memperoleh pencerahan.
“Asalnya nggak paham, sekarang jadi paham,” akunya polos. (Imam)





















