Rabu, Januari 14, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » Investasi Rp 5 Miliar untuk Masa Depan Pangan Ngawi

Investasi Rp 5 Miliar untuk Masa Depan Pangan Ngawi

by jurnalis
7 Desember 2025
in OPINI
Investasi Rp 5 Miliar untuk Masa Depan Pangan Ngawi

Salah satu irigasi di wilayah kabupaten Ngawi (7/12). Insert; Fifi Agus Lina, penulis. [Foto.Istimewa/*].

Investasi Rp 5 Miliar untuk Masa Depan Pangan Ngawi.

*) Oleh: Fifi Agus Lina, Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Kabar1News.com – Musim tanam di Kabupaten Ngawi kini memasuki fase baru, pemerintah setempat mengalokasikan dana sebesar Rp 5 miliar untuk memperbaiki sembilan lokasi jaringan irigasi yang mengalami kerusakan. Ini bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi merupakan langkah penting untuk memastikan pasokan air bagi pertanian para petani yang selama ini berkontribusi terhadap produksi padi di Jawa Timur.

Di balik anggaran miliaran tersebut tersimpan realitas bahwa, pemerintah daerah kini tidak bisa sepenuhnya mengandalkan bantuan dari pusat. Sejak penghentian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk irigasi, banyak saluran air dibiarkan rusak sehingga mengancam hasil pertanian. Kondisi ini mendorong Pemkab Ngawi mengambil langkah menggunakan dana daerah agar kebutuhan air petani tetap terjamin. Artinya, keputusan tersebut bukan sekadar teknis, melainkan juga pesan politik bahwa ketahanan pangan harus tetap diutamakan meskipun terbatasnya dukungan anggaran pusat.

Perbaikan sistem irigasi ini muncul akibat kebutuhan yang nyata di lapangan. Dalam beberapa tahun terakhir, petani di Ngawi telah menghadapi masalah yang sudah berlangsung lama, kerusakan saluran irigasi menyebabkan distribusi air menjadi tidak seimbang, dengan beberapa lahan sawah mengalami kekeringan sementara yang lainnya terendam air. Situasi ini langsung berpengaruh pada hasil panen padi, yang merupakan komoditas unggulan di daerah tersebut.

Alokasi dana ini bukan tanpa alasan. Berbagai saluran irigasi di Ngawi mengalami masalah, mulai dari dinding yang mengalami keretakan, tanggul yang mengalami longsor, hingga saluran yang tertutup oleh lumpur. Situasi ini sering mengakibatkan penyaluran air ke sawah terhambat, bahkan dapat mengancam hasil kerja para petani di musim tanam. Dengan melakukan perbaikan di sembilan lokasi penting, pemerintah setempat berharap aliran air dapat berlangsung dengan baik menuju lahan pertanian dan mendukung ambisi Ngawi sebagai salah satu pusat penyimpanan pangan nasional.

Dampak dari aturan ini mulai terlihat di lapangan, lahan pertanian yang dulu rentan terhadap kekeringan atau genangan kini dapat dialiri air dengan lebih konsisten, sehingga para petani tidak lagi khawatir akan kegagalan panen. Peningkatan saluran juga mengurangi biaya produksi, karena petani tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk pompa air atau membuat saluran sementara. Selain itu, aliran air yang teratur akan membantu menjaga tingkat produksi padi tetap tinggi, sehingga Ngawi dapat mempertahankan statusnya sebagai salah satu pusat pangan di Jawa Timur. Tidak kalah penting, sistem irigasi yang baik juga berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Saluran air yang terpelihara mencegah terjadinya banjir lokal maupun kekeringan ekstrem yang sering mengancam lahan sawah.

Dengan distribusi air yang lebih merata, ekosistem pertanian seperti tanah, organisme mikro, dan sumber air tanah tetap terjaga. Jika sukses, tidak hanya kesejahteraan petani yang akan meningkat, tetapi harga beras di pasaran juga dapat lebih teratur, memberikan manfaat positif bagi masyarakat secara keseluruhan.

Para petani Ngawi menyambut baik rencana perbaikan irigasi ini dengan penuh harapan. Selama beberapa musim, mereka sering menghadapi kendala aliran air akibat saluran yang rusak sehingga hasil panen menurun. Dengan adanya rehabilitasi di sembilan titik, mereka optimistis sawah kembali terairi secara optimal, biaya tambahan untuk pompa dapat ditekan, dan produktivitas meningkat. Petani yakin kebijakan ini tidak hanya akan memperbaiki kesejahteraan mereka, tetapi juga menopang keberlanjutan pasokan pangan bagi masyarakat luas.

Di luar manfaat langsung bagi petani, rehabilitasi irigasi di Ngawi memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional. Isu ketahanan pangan selalu menjadi sorotan pemerintah pusat, terutama saat harga beras naik atau muncul ancaman krisis pangan global. Melalui perbaikan jaringan irigasi di daerah, Ngawi sejatinya turut memperkuat stabilitas pasokan pangan nasional. Keberhasilan ini bisa menjadi teladan bagi daerah lain bahwa ketahanan pangan bukan hanya bergantung pada kebijakan pusat, tetapi juga pada inisiatif berani pemerintah daerah dalam bertindak mandiri.

Melihat dari pendapat Menteri Dody yang menekankan pentingnya rehabilitasi irigasi sebagai bagian dari transformasi menuju swasembada pangan, serta optimisme para petani Ngawi yang percaya perbaikan saluran air akan mengurangi beban biaya sekaligus meningkatkan produktivitas, tampak jelas bahwa kebijakan ini memiliki orientasi yang tepat. Tindakan ini tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga memberi harapan baru bagi petani dan masyarakat luas.

Dilihat dari aspek sosial-ekonomi, kebijakan ini membawa keuntungan jangka panjang. Peningkatan hasil pertanian dan efisiensi biaya akan mendongkrak pendapatan petani. Hal tersebut berpotensi menarik minat generasi muda desa untuk tetap menekuni dunia pertanian, bukan berpindah ke kota. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur dasar seperti irigasi menjadi bentuk investasi sosial yang memperkuat ketahanan desa serta mengurangi ketimpangan antara kawasan urban dan rural.

Pada akhirnya, kebijakan pengalokasian dana daerah untuk perbaikan irigasi bukan sekadar soal pembangunan fisik, melainkan komitmen menjaga denyut nadi ketahanan pangan. Dari pernyataan pemerintah hingga harapan para petani, semuanya menunjukkan bahwa air adalah kunci bagi keberlangsungan pertanian dan kehidupan masyarakat. Pesannya jelas: jika kita serius ingin mewujudkan swasembada pangan, maka perhatian terhadap infrastruktur dasar seperti irigasi tidak boleh diabaikan. Saat pemerintah, petani, dan masyarakat berjalan seirama, ketahanan pangan bukan hanya impian, melainkan sebuah kepastian yang bisa diwariskan untuk generasi mendatang. (*)

Tags: InvestasiMasa DepanNEWSNgawiPangan.Rp 5 Miliar

Related Posts

Digitalisasi Pendidikan dan Ketahanan Bangsa, Menakar Akuntabilitas Kebijakan Publik
OPINI

Digitalisasi Pendidikan dan Ketahanan Bangsa, Menakar Akuntabilitas Kebijakan Publik

10 Januari 2026
Utang Untuk Infrastruktur: Gaspol atau Boncos?
OPINI

Utang Untuk Infrastruktur: Gaspol atau Boncos?

4 Desember 2025
Himawan S Calon Ketua Umum IKA UPNVJ, untuk Kesuksesan Bersama dan Keterbukaan.
OPINI

Himawan S Calon Ketua Umum IKA UPNVJ, untuk Kesuksesan Bersama dan Keterbukaan.

6 Desember 2024
Ajakan Terhadap Pendakwah yang Lagi Viral (Miftah)
OPINI

Ajakan Terhadap Pendakwah yang Lagi Viral (Miftah)

5 Desember 2024
Alat Negara dalam Bidang Penegak Hukum Itu Harus Independen
OPINI

Alat Negara dalam Bidang Penegak Hukum Itu Harus Independen

2 Desember 2024
Tantangan Menuju Swasembada Energi di Era Presiden Prabowo Subianto
OPINI

Tantangan Menuju Swasembada Energi di Era Presiden Prabowo Subianto

16 November 2024
Prof Made Suarta: Pentingnya Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Bagi GEN Z
OPINI

Prof Made Suarta: Pentingnya Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Bagi GEN Z

12 November 2024
Tidak Tepat, Membandingkan Ilmu Ling Tien Kung dengan Organisasi Elteker
OPINI

Tidak Tepat, Membandingkan Ilmu Ling Tien Kung dengan Organisasi Elteker

7 November 2024
Pilkada Bojonegoro, Akankah Pemimpin Baru Berdampak Lebih Positif
OPINI

Pilkada Bojonegoro, Akankah Pemimpin Baru Berdampak Lebih Positif

15 Agustus 2024
Load More

Unduh di Playstore :

Nation Day :

Spesial Corner :

Pasang Iklan :

Info Terkini :

Kolom Ucapan :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.