Afrika, kabar1news.com – Acara diselenggarakan oleh: Harvard TH Chan School of Public Health – Harvard Graduate School of Education dan Harvard Kennedy School bekerjasama dengan UN Economic Comission for Africa khusus untuk para Menteri Keuangan dari negara-negara Afrika.
Sri Mulyani diminta memberikan pengalaman sebagai Menteri Keuangan dalam mengelola APBN selama dan akibat Pandemi Covid-19 yang menciptakan shock Keuangan Negara.
Bagaimana menjaga prioritas Anggaran untuk tetap Investasi Sumber Daya Manusia yaitu Kesehatan , Pendidikan, dan Jaring Pengaman Sosial dalam keterbatasan ruang APBN, dan tetap menjaga Fiskal tetap sustainable (berkelanjutan) dan kredibel. Dan juga menjelaskan terbentuknya dana abadi pendidikan LPDP sebagai startegi mengelola kualitas belanja pendidikan.
Para Menkeu Afrika banyak bertanya mengenai bagaimana mengelola disiplin APBN di masa sulit, bagaimana meningkatkan kinerja dan daya serap APBN, bagaimana merancang insentif kinerja, bagaimana mengelola tekanan berbagai prioritas pembangunan, bagaimana menjaga kualitas belanja Kementrian dan Pemerintah Daerah, bagaimana menjaga akuntabilitas dan transparansi.

“Senang dapat membagi pengalaman Indonesia yang menurut para Menkeu Afrika sangat praktikal, kongkrit dan sangat bermanfaat dan relevan bagi mereka untuk menjalankan tugas berat sebagai bendahara negara di negara masing-masing.” tegasnya.
Para Menteri Keuangan tersebut memiliki peran penting dalam ikut membangun kualitas SDM, memulihkan ekonomi dan menjaga APBN. (*Cp)
Harvard University – Cambridge, 25 April 2022.





















