Denpasar, Kabar1news.com —Di usianya yang ke 70 tahun, Universitas Dwijendra terus mendorong kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan karakter.
Konsep penguatan pendidikan karakter ini di mana seluruh pemangku kepentingan seperti keluarga, guru, institusi pendidikan, dan masyarakat diharapkan menjadi agen perubahan.
“Sekarang dalam rangka merdeka belajar. Jadi, sekarang dengan usianya yang ke 70 tahun ini , tentunya yang pertama kita lakukan adalah bagaimana kita menyesuaikan kurikulum, dan yang paling penting sekolah di Dwijendra adalah karakter,” ujar ketua Yayasan Universitas Dwijendra, Dr. I Ketut Wirawan, S.H.,M.Hum., di Denpasar pada, Kamis (26/1/2023).
Ia menuturkan, peningkatan mutu pendidikan di Yayasan Universitas Dwijendra sudah dilakukan dari 2 tahun lalu melalui peningkatan SDM dan fasilitas serta kesejahteraan para pengajar harus perlu diperhatikan secara serius.
“Memang sudah kita lakukan dari 2 tahun lalu, yaitu peningkatan mutu pendidikan melalui perbaikan SDM dan peningkatan fasilitas baik akademik maupun non akademik, juga kesejahteraan para guru dan dosen sehingga mereka bisa memberikan kontribusi yang terbaik,” katanya.
Selain itu, Wirawan mengatakan, di usia 70 tahun ini tentu targetnya adalah bisa bersaing dengan sekolah-sekolah negeri. Karena itu penguatan SDM dan fasilitas ini sangat serius dilakukan.
“Kita terus maju mengikuti perkembangan jaman. Target saya sekarang Yayasan Universitas Dwijendra harus lebih bagus dari negeri, caranya kita harus tingkatkan SDM,” ungkapnya.
Karena itu kata Wirawan, barometer-nya adalah tentu semua anak-anak yang belajar di Yayasan Universitas Dwijendra ini harus diperhatikan dengan cermat sehingga bisa melahirkan alumni yang bisa bersaing dengan tamatan negeri.
“Ya tolak ukurnya adalah kita bisa lihat hasil pendidikannya bagaimana. Oleh karena itu, kita sudah pikirkan, dia lebih condong ke otak kiri atau otak kanan. Sehingga pada saat keluar dari sekolah ini bisa memilih arah yang jelas,” tutupnya.(***/D)





















