Harkopwil Jatim 2025, Gubernur Khofifah: Harus Sat-set Wat-wet
Bojonegoro, Kabar1News.com – Puncak Hari Koperasi ke-78 Provinsi Jawa Timur (Harkopwil Jatim) 2025 yang dipusatkan di Stadion Letjen Soedirman kabupaten Bojonegoro, Kamis (17/7/2025).
Di moment spektakuler ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh stakeholder segera melaksanakan amanat atau Program Presiden RI, Prabowo Subianto membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Kita semua harus ‘sat-set wat-wet’ melaksanakan amanat/mandar pak Presiden, bahwa Koperasi merah putih diharapkan membawa Indonesia yang makin berkemajuan, berkeadilan dan berkemakmuran,” pinta Khofifah saat berpidato di Harkopwil Jatim 2025 di Bojonegoro.
Khofifah juga berterimakasih kepada seluruh insan gerakan koperasi yang sudah bergotong-royong untuk mewujudkan Jawa Timur menjadi gerbang baru Nusantara.
“Ini para kepala desa/Lurah se Bojonegoro yang hadir terimakasih semuanya, ‘ ‘panjenengan’ menjadi tim ‘front liner’ dari pergerakan operasionalisasi koperasi merah putih di Bojonegoro,” ucapnya.
Gubernur Khofifah mengungkapkan, saat ini Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Jatim sedang memberikan penguatan dan pelatihan kepada seluruh Kopdes Merah Putih di Jawa Timur. Oleh karena itu, Khofifah berpesan untuk berkoordinasi.
“Jadi, pesan saya adalah koordinasikan,” tuturnya.
Disinggung terkait pemusatan Hapkorwil Jatim 2025 di Bojonegoro, Gubernur Jatim menyebut, di Bojonegoro adalah salah satu kabupaten yang luar biasa.
“Kalau pabrik punya koperasi itu biasa. Tapi di Bojonegoro luar biasa, Koperasi memiliki pabrik, koperasi punya korporasi, ini menjadi rule model bagaimana koperasi bisa menjadi kekuatan ekonomi yang kontribusinya lebih signifikan,” terangnya.
Kedua, kata Khofifah, di Bojonegoro ini ada holding koperasi; yakni koperasi-koperasi terkonsolidasi menjadi holding koperasi.
“Contohnya Koperasi Ngasem, ini juga bisa menjadi referensi koperasi-koperasi yang lain, ketika ini menjadi holding, akan lebih efisien, sinergi dan kolaborasinya akan lebih mudah,” jelenternya.
Sementara itu, Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi mengaku bangga dengan Jawa Timur. Menurutnya, sejak awal digulirkan program Kopdes Merah Putih, yang paling tidak mengkhawatirkan adalah Jawa Timur.
“Karena Gubernurnya orang koperasi,” sebutnya.
Ia menegaskan, program Kopdes Merah putih ini adalah program tanggungjawab sejarah kepada tanah air.
“Program ini adalah program tanggung jawab sejarah kepada Republik ini, kepada para pahlawan dan pendiri bangsa Republik ini. Karena koperasi adalah semangat dan cita-cita negara didirikan,” serunya.

“Kami tidak ingin, selaku pemerintah daerah yang kuat menghasilkan generasi yang lemah. Jadi, SDM unggul menjadi skala prioritas kami,” katanya.
Wahono menambahkan, pihaknya ingin membangun kekuatan dan kemandirian ekonomi kerakyatan. Memang, lanjut dia, di kabupaten Bojonegoro semangat kebersamaan dan kegotongroyongan cukup tinggi. Dan koperasi merupakan salah satu wadah ekonomi rakyat yang lahir dari semangat kebersamaan dan gotong royong yang mampu membangun kemandirian.
“Kami sangat konsen sekali dengan koperasi, apalagi saat ini ada program Koperasi Merah Putih. Alhamdulilah dari 430 desa sudah terbentuk koperasi merah putih,” tambahnya.
Pemkab Bojonegoro akan terus melakukan pendampingan dan pelatihan serta memberikan akses kebijakan yang lebih mudah untuk koperasi.
“Kami memiliki banyak potensi, terutama di bidang pertanian, UMKM, industri kreatif dan bahan baku dasar dari kayu,” tutupnya. (Imam)





















