Rabu, Januari 14, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » Generasi Milenial Wajib Baca, Etika  Komunikasi di WhatsApp dan Medsos

Generasi Milenial Wajib Baca, Etika  Komunikasi di WhatsApp dan Medsos

by jurnalis
14 Maret 2022
in GADGET, Kajian, TEKNOLOGI
Generasi Milenial Wajib Baca, Etika  Komunikasi di WhatsApp dan Medsos

Generasi Milenial Wajib Baca, Etika  Komunikasi di WhatsApp dan Medsos.

Kabar1news.com – WhatsApp (WA) tampaknya masih merupakan aplikasi kirim pesan terpopuler, meski sempat “down” akibat kebijakan barunya soal data pribadi. Berikut ini etika komunikasi di WA atau kode etik menggunakan whatsapp.
Etika adalah tentang hal yang baik dan buruk serta dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Di dalamnya ada sopan-santun yang mencerminkan budi pekerti bahkan kepribadian umum yang disukai dan tidak disukai.
Kecuali etika profesi, etika umumnya tidak tertulis atau berdasarkan adat, tradisi, atau kebiasaan, hati nurani, dan akal sehat (common sense).

Etika hadir dalam pergaulan sosial, termasuk komunikasi daring (online) melalui WhatsApp. WA kini tampak menggantikan peran telepon dan pesan singkat (SMS). Orang lebih banyak menggunakan WA untuk kirim pesan, baik berupa pesan teks (tulisan) maupun Video Call.

Dulu kita sering mengatakan “sudah ditelepon” atau “sudah SMS”. Kini, kata-kata itu berganti menjadi “sudah di WA” atau “kirim ke WA”. Jenis konten atau format pesan pada WhatsApp bisa berupa kata-kata atau teks, foto, video, audio, bahkan lokasi (share loc).

Pengguna WA pun disediakan dua jenis saluran interaksi, yaitu melalui jalur pribadi (bisa disebut “japri”) dan jalur grup (dikenal dengan sebutan WAG atau WA Group).

Pengguna WhatsApp bisa melakukan percakapan melalui menu chat yang memungkinkan pengguna dapat mengutip, copy paste, menghapus sebagian pesan, atau forward (meneruskan pesan).

Etika komunikasi dalam menggunakan WA sangat penting, terutama ketika mengirim, menerima, atau mengomentari pesan di WhatsApp Grup (WAG).

Etika Komunikasi di WhatsApp

Etika komunikasi di WhatsApp (WA) dan media sosial pada dasarnya sama dengan etika komunikasi pada umumnya dalam pergaulan sosial sehari-hari.

Dalam literatur komunikasi disebutkan, etika komunikasi antara lain jujur atau tidak berbohong, menggunakan panggilan atau sebutan yang baik kepada orang lain, menggunakan pesan bahasa yang sopan dan efektif (mudah dipahami), serta tidak mudah bersikap emosional atau mengikuti amarah.

Etika komunikasi tidak hanya berkaitan dengan tutur kata maupun bahasa baku, tetapi juga berangkat dari niat yang tulus yang diekspresikan dari ketenangan, kesabaran, dan empati dalam berkomunikasi agar terciptanya komunikasi dua arah yang mencirikan penghargaan, perhatian, dan dukungan timbal balik antara pihak-pihak yang berkomunikasi.

Etika dalam menggunakan WhatsApps secara umum adalah “pikirkan sebelum berbicara” (think before speak). Artinya, pikirkan dan saring lebih dulu sebelum mengirimkan pesan, berkomentar, atau meneruskan sebuah pesan.

Etika WA setidaknya mencakup beberapa hal sebagai berikut. Dikutip KomunikasiPraktis dari berbagai sumber.

1. Memikirkan Dampak.
Pengguna WhatsApp harus memikirkan bagaimana pesan yang diberikan tidak memberikan dampak negatif bagi pengguna lainnya.
Sopan-santun merupakan batasan formal dan standar mengenai bagaimana kita berinteraksi dengan pengguna lain.

2. Konten Pesan.
Aturan terkait konten yang diunggah sudah ditetapkan melalui UU ITE. Konten yang dilarang di antaranya yang melanggar kesusilaan, konten perjudian, penghinaan, pencemaran nama baik, pemerasan, ancaman, penyebaran berita bohong (hoax), dan ujaran kebencian (hate speech).

3. Informasi Rahasia.
Secara umum, etika berinternet yang jarang diketahui pengguna internet kebanyakan, yaitu tidak membagikan hal-hal yang bersifat rahasia bagi diri sendiri atau pun orang lain.
Mengunggah konten yang berkaitan dengan kehidupan sendiri saja, dapat memberikan celah pelaku kejahatan untuk melakukan modus penipuan atau pun tindak kriminalitas lainnya.

4. Respek.
Dalam menggunakan WA sebaiknya mempertimbangkan penghormatan terhadap seseorang sebagai person tanpa memandang umur, status, atau hubungan dengan pembicara (komunikan).
Demikian pula penghormatan terhadap ide, perasaan, makna, dan integritas orang lain.

5. Salam.
Saat memulai berkomunikasi, sebaiknya ucapkan salam. Sebutkan nama, dan sampaikan permohonan maaf jika sekiranya obrolan mengganggu waktu orang yang dikirimi pesan.
Sampaikan juga maksud dan tujuan mengirim pesan (keperluan dan perihal apa). Setelah selesai chatting atau call, jangan lupa ucapkan terima kasih untuk respons dari orang yang dikirimi pesan.

6. Timing.
Usahakan tidak mengirimkan pesan WA pada jam-jam sibuk (antara pagi sampai siang) dan tidak mengirimkan pesan pada jam-jam istirahat (antara malam hingga menjelang waktu subuh), kecuali informasi mendesak, luar biasa, atau darurat. Untuk informasi sangat penting, sebaiknya tidak hanya mengandalkan WA, tapi juga gunakan SMS atau panggilan telepon biasa.

7. Hindari Pengulangan.
Hindari mengirim pesan WA yang sama berkali-kali. Beberapa orang cenderung merasa risih dan terganggu aktivitasnya dengan tindakan seperti ini. Cukup mengirimkan pesan satu kali saja dan tunggu hingga pesan tersebut dibalas oleh penerimanya.

8. Perkenalkan diri.
Layaknya bertemu langsung dengan lawan bicara, memperkenalkan diri adalah hal primer yang perlu dilakukan oleh pengguna WA, terutama dalam grup yang anggotanya belum saling mengenal..Selain sebagai bentuk keramahan, keuntungan memperkenalkan diri adalah sarana promosi gratis dan efektif kepada seluruh anggota grup tertentu.
Sebutkan nama, lokasi tinggal, dan profesi atau pekerjaan untuk memudahkan identifikasi—bahkan jika mungkin sisipkan informasi mengenai minat atau hobi.

9. Kurangi bercanda.
Banyak orang keluar Grup WA karena isinya hanya “cekakak-cekikik” unfaedah. Setiap kali mengaktifkan data untuk mengakses Internet, pesan-pesan yang muncul dalam grup-grup itu tak jauh dari candaan kering dalam bentuk meme jadul dan stiker yang monoton, bahkan sering bernada ‘jorok’.

10. Jangan menyela.
Dalam percakapan pada sebuah grup, biasanya ketika membahas isu penting atau deksripsi proyek tertentu, arus pesan begitu deras mengalir.
Setiap orang tampak ingin menyampaikan pendapat dan pandangannya dengan cepat, seolah tak mau didahului orang lain. “XXX is typing…” begitu biasanya yang tercantum di bagian atas WA.
Setiap orang tampak ingin menyampaikan pendapat dan pandangannya dengan cepat, seolah tak mau didahului orang lain. “XXX is typing…” begitu biasanya yang tercantum di bagian atas WA.
Menuturkan opini atau komentar tentu boleh, dan bahkan bagus agar diskusi berjalan produktif. Akan tetapi, percakapan dalam sebuah grup menjadi tak nyaman ketika ada peserta yang menyela dengan argumen yang serampangan dan tidak kuat. Ada baiknya dipikirkan dulu sampai matang, barulah komentar dikirimkan.

11.  Dibaca tapi tak dijawab.
Ini kasus yang sangat sering terjadi, bahkan sempat viral di media sosial. Apa lagi kalau bukan soal dua centang biru. Ikon ini adalah tanda bahwa sebuah pesan telah terkirim dan dibaca oleh penerima. Pesan yang hanya dibaca dan tidak tak kunjung dibalas sangat menjengkelkan siapa pun. Pengirim pesan sangat menantikan respons dalam waktu yang cepat.
Jika kita telah membaca sebuah pesan, balaslah atau responslah secara proporsional— apalagi jika mengenai pertanyaan mendesak dan penting.

12. Hindari konten jualan.
Sebaiknya hindari sering kirim pesan jualan atau promosi –kecuali kalau memang itu khusus grup jualan. Sesekali promo jualan mungkin dimaklum, namun jika sering iklan akan mengganggu member WAG lain atau pengguna WA lain.

Itulah etika berkomunikasi di WA dan media sosial pada umumnya. Penggunaan atau pengabaian etika komunikasi mencerminkan kepribadian Anda. (*)

Tags: EtikaGenerasi MilenialKomunikasiMedsosNEWSWajib BacaWhatsApp

Related Posts

Ada Diskusi Serius Di Balik Nama Masjid Samin Baitul Muttaqin
Kajian

Ada Diskusi Serius Di Balik Nama Masjid Samin Baitul Muttaqin

20 Desember 2025
Kesempatan Emas: Beasiswa Baru dari Pemkab Tuban
Kajian

Kesempatan Emas: Beasiswa Baru dari Pemkab Tuban

25 November 2025
DPP PPNT Sikapi Proses Hukum Pidana dan Kedudukan Keadilan Restoratif di Indonesia
Kajian

DPP PPNT Sikapi Proses Hukum Pidana dan Kedudukan Keadilan Restoratif di Indonesia

20 November 2025
DPP PPNT Sikapi Penyimpangan Pengelolaan Sampah
Kajian

DPP PPNT Sikapi Proses Hukum Pidana

2 November 2025
DPP PPNT Sikapi Penyimpangan Pengelolaan Sampah
Kajian

DPP PPNT Sikapi Penyimpangan Pengelolaan Sampah

2 November 2025
80 Tahun Indonesia Merdeka: Refleksi, Capaian dan Harapan
Kajian

80 Tahun Indonesia Merdeka: Refleksi, Capaian dan Harapan

18 Agustus 2025
Pengalaman di Tengah Badai Geopolitik: Seruan dari Jordan untuk RUU Perlindungan Pelajar
Kajian

Pengalaman di Tengah Badai Geopolitik: Seruan dari Jordan untuk RUU Perlindungan Pelajar

13 Agustus 2025
PPNT Kaji Permasalahan Pertanahan di Indonesia
Kajian

PPNT Kaji Permasalahan Pertanahan di Indonesia

23 Juni 2025
DPP PPNT: Tumpang Tindihnya Aturan
Kajian

DPP PPNT: Tumpang Tindihnya Aturan

15 Juni 2025
Load More

Unduh di Playstore :

Nation Day :

Spesial Corner :

Pasang Iklan :

Info Terkini :

Kolom Ucapan :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.