Fisika Jadi Seru! Dosen ITS Ajari Siswa Tiris Rakit Panel Surya hingga Teleskop.
Probolinggo, Kabar1News.com – Suasana berbeda tampak di halaman SMA Negeri 1 Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jumat (22/8). Sejak pagi, sekolah yang berada di kaki pegunungan Argopuro itu ramai oleh kedatangan puluhan dosen dari Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka datang bukan sekadar berkunjung, melainkan membawa ilmu, teknologi, dan semangat untuk berbagi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas).
Kegiatan ini menjadi istimewa karena diikuti 20 dosen Departemen Fisika ITS, termasuk profesor senior seperti Prof. Dr. Darminto, M.Sc. dan Prof. Agus Purwanto, D.Sc.. Kehadiran para akademisi kampus teknik ternama ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa dan guru di sekolah yang dikenal sebagai salah satu pelaksana Program SMA Double Track di Jawa Timur.
Ketua tim Abmas Departemen Fisika ITS, Dr. Sri Yani Purwaningsih, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperluas akses ilmu fisika terapan bagi sekolah-sekolah di daerah.
“Tujuan utama kami adalah mendekatkan sains kepada siswa dan guru di sekolah pinggiran. Kami ingin menunjukkan bahwa fisika bukan hanya rumus di papan tulis, tetapi juga bisa dipraktikkan untuk memecahkan masalah nyata dan memberi keterampilan baru,” jelasnya.
Enam tema pelatihan disiapkan untuk siswa dan guru, mulai dari pemanfaatan fotoelastisitas dalam pembelajaran, pelatihan elektronika dasar, pengenalan energi baru terbarukan, pelatihan penggunaan teleskop, pembuatan lensa sederhana, hingga pemanfaatan panel surya. Semua materi dikemas aplikatif agar mudah dipahami dan bisa langsung dipraktikkan di kelas.
“Kami sangat berterima kasih kepada Departemen Fisika ITS yang telah berkenan berbagi ilmu dengan insan SMAN 1 Tiris ini. Kehadiran para profesor dan dosen ITS menjadi inspirasi bagi guru maupun siswa untuk terus berkembang,” ujar Kepala SMAN 1 Tiris, Husnul Khowatim, S.Pd., dengan penuh haru.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian khusus dari Ketua Program SMA Double Track Provinsi Jawa Timur, M. Zainul Asrori, yang turut hadir mendampingi. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah adalah kunci untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi dunia kerja dengan bekal keterampilan hidup.
Para siswa pun terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Beberapa bahkan tampak kagum saat mencoba teleskop untuk pertama kalinya, sementara yang lain asyik merakit rangkaian elektronik sederhana. Semangat belajar itu seolah membuktikan bahwa akses pendidikan berkualitas tidak hanya milik sekolah di kota besar.
Melalui pengabdian ini, ITS menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, menjembatani ilmu dari kampus ke sekolah, dari teori ke praktik, dan dari ruang kuliah ke ruang kelas SMA di daerah. Diakhir acara ITS menghibahkan seluruh alat yang digunakan untuk pelatihan kepada sekolah, mulai dari teleskop, panel surya dan peralatan ekperimen energi terbarukan dari Prof Darminto. (****)





















