FGD SMSI di Bali: Peluang Besar Jadikan Bali Pusat Finansial Internasional
BALI, Kabar1News.com — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) memulai langkah strategis untuk mendorong Indonesia menjadi pusat finansial bertaraf internasional. Hal itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menangkap Peluang Likuiditas Global untuk Akselerasi Infrastruktur dan Pembangunan Nasional Berkelanjutan” yang digelar di Kantor DPD RI Perwakilan Provinsi Bali, Jumat (10/07/2026).
Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan pengukuhan dan pelantikan Kelompok Kerja Jaksa Garda Desa (Pokja Jaga Desa). Program kolaborasi Kejaksaan RI dan Kementerian Desa PDTT ini bertujuan mengawal pengelolaan Dana Desa agar lebih transparan, akuntabel, dan bebas korupsi.
FGD dibuka oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya dan dihadiri pengurus SMSI Pusat, SMSI Provinsi Bali, serta insan pers se-Bali.
Dalam sambutannya, Sanjaya mengapresiasi SMSI Pusat yang memilih Bali sebagai lokasi pertama pembahasan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat keuangan dunia.
“Kalau dibandingkan negara lain, Indonesia sangat kaya. Tapi kenapa Singapura yang jadi pusat keuangan dunia? Seharusnya kita, khususnya masyarakat dan pemerintah Bali, menjadi garda terdepan untuk menjadikan Bali sebagai pusat keuangan dunia,” tegas Sanjaya.
Senada, Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus menyebut Bali dipilih karena merupakan wajah Indonesia di mata dunia.
“Bali kami pilih sebagai tempat pertama membahas PFII karena Bali adalah etalase Indonesia. Ketika orang di dunia mengenal Indonesia, yang pertama kali mereka sebut adalah Bali,” ujar Firdaus.
Firdaus mengatakan, selama ini pusat keuangan dunia identik dengan Swiss dan Singapura. Melalui PFII, Indonesia diharapkan mampu menghadirkan pusat finansial internasional yang memperkuat perekonomian nasional.
“Selama ini Swiss dan Singapura selalu menjadi pusat uang dunia. Sekarang kita ingin Indonesia, khususnya Bali, memiliki kota yang menjadi pusat finansial internasional,” katanya.
Menurutnya, keberadaan PFII tidak hanya menguatkan sektor keuangan, tetapi juga mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pelestarian budaya Bali.
“Kami berharap program ini memberi manfaat bagi masyarakat Bali, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun pelestarian budaya Bali,” tambah Firdaus.
Ketua SMSI Provinsi Bali Emanuel Dewata Oja alias Edo mengatakan, FGD ini merupakan program kerja SMSI Pusat dan Bali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah perdana.
“Program ini sepenuhnya program kerja pengurus pusat. Kami di Bali hanya bertindak sebagai penyelenggara,” kata Edo.
Melalui forum ini, SMSI berupaya menghimpun masukan dari akademisi, praktisi, pelaku industri, dan pemangku kepentingan sebagai bahan penyusunan konsep PFII untuk mempercepat pembangunan nasional berkelanjutan.
FGD menghadirkan narasumber Dewan Pakar PHRI Bali Trisno Nugroho dan Anggota Pokja Gubernur Bali Bidang Ekonomi Perbankan Dr. Agus Syabarrudin. Diskusi dipandu Wakil Ketua Umum SMSI Pusat Yono Hartono.
Kegiatan ini turut dihadiri PWI Bali, JMSI, AMSI Bali, IJTI Bali, Ketua SMSI kabupaten/kota se-Bali, serta wartawan Pena NTT. FGD terselenggara atas dukungan DPD RI Perwakilan Bali, Pemkab Tabanan, Bank BPD Bali, dan sejumlah perbankan lain. (*/Red)




















