Jakarta,kabar1news.com – Prof. Dr Sudijono Satroatmodjo., M.Si, mantan rektor UNNES – (Universitas Negeri Semarang) datang ke Jakarta, sebagai kerabat GMRI berkenan menghantar secara khusus Ketua Umum GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) yang juga sebagai salah satu Pemimpin Spititual Indonesia bersilaturrachmi dengan Profesor. Dr. Ravik Karsidi yang juga mantan Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret Solo, dan mantan Ketua Forum Rektor Seluruh Indonesia, Rabu, 1 Desember 2021, di ruang khusus Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jl. Merdeka Timur Jakarta.
Pertemuan semi informal dengan pihak kementerian ini, diungkap dalam nada dan gaya canda oleh Eko Sriyanto Galgendu. Karena memang baru kali ini GMRI bertandang ke Kementerian. Biasanya GMRI hampir selalu membangun ikatan persaudaraan antar orang per orang, meski tidak kalah banyak dan dominan berarasal dari instansi pemerintah.
Acara dialog dan silaturrachmi bersama dua Guru Besar ini berlangsung dalam suasana santai, namun bobot bahasan meluputi banyak hal, utamanya soal ide dan gagasan serta rencana aksi dari gerakan kesadaran kebangkitan dan pemahaman spiritual bangsa Indonesia untuk menyongsong peradaban manusia pada masa depan yang lebih baik dan lebih beradab.
Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI ini, senang dengan rencana acara dialog gerakan kebangkitan kesadaran spiritual selevel internasional. Apalagi paparan akan beranjak dari seni budaya hingga bermuara pada gerakan spiritual.
Karena spiritual, kata Eko Sriyanto Galgendu mampu menjadi benteng pertahanan yang pondamental bagi bangsa-bangsa.
Atas dasar itu pul Profesor Ravik Karsidi menautkan benang merahnya dengan program Kemenko PMK RI, utamanya dengan moderasi agama dalam konteks Indonesi hari ini. Termasuk program Nawacita yang digagas Presiden Joko Widodo sejak periode awal yang madih relevan untuk diwujudkan sampai periode ke dua kabinetnya sekarang.
Dan menurut Profesor Ravik Kasidi, Nawacita itu pun sudah masuk dalam 4 skala program prioritas nasional yang harus dilakukan. Jadi konsep revolusi mental itu sangat ideal dilaksanakan. Karena mental itu sebagai reaksi seseorang saat mengalami tekanan atau benturan. Hingga hasil dari reaksi yang dikeluarkan cenderung negatif. Maka itu, laku spiritual sebagai kendali dari cara berpikir yang jernih, jujur, ikhlas, rendah hati dan suka menolong atas getaran hati nurani yang manusuawi. Karena itu berbuat hsrus sesuai dengan apa yang dikatakan. Konsistensi sikap ini sangat penting. “Karena yang ideal itu, apa yang diucapkan itu bisa segera dikerjakan. Dan apa yang dikerjakan, hendaknya itulah yang dikatakan”, imbuh Profesor Sudijono.
Sikap Profesor Ravik Karsidi yang sangat antusias menyambut rancangan program GMRI, karena menurut dia spiritual itu adalah bisikan dari langit. Spiritual itu sendiri tidak mengedepankan hasil, tetapi yang utama adalah proses.
Atas dasar itu, Profesor Ravik Karsidi siap ambil bagian dan mendukung untuk mensukseskan program GMRI menyelenggarakan dialog antar bangsa-bangsa di Indonesia untuk menyambut bangkitnya peradaban baru manusia di bumi, dari Indonesia.
Sebab hanya dengan begitu bangsa-bangsa Nusantara yang telah sepakat bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia mampu menyambut masa kejayaan sebagai pemimpin dunia untuk semua hal. Sejarah pun mencatat dalam siklus tujuh abab sejak periode pertama selalu muncul dari Timur, seperti ditandai oleh kelahiran Nabi Isa AS pada periode pertama, Nabi Muhammad SAW di abah ke tujuh periode kedua, dan Kerajaan Majapahit, Borobudur dan bersatunya bangsa-bangsa Nusantara seperti yang terbingkai dalam Sumpah Palapa Maha Patih Gajah Mada pada abad 14 (periode ketiga). Dan sekarang siklus awal peralihan tujuh abad keempat — abad ke-21– akan lahir dan tampil dari Indonesia. ***
Jakarta, 1 Desember 2021





















