Kamis, Januari 29, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » Dokter Bedah Saraf RSUD Bojonegoro Berbagi Tips Cegah Cedera Otak

Dokter Bedah Saraf RSUD Bojonegoro Berbagi Tips Cegah Cedera Otak

by jurnalis
13 September 2024
in KESEHATAN
Dokter Bedah Saraf RSUD Bojonegoro Berbagi Tips Cegah Cedera Otak

Dokter Bedah Saraf RSUD Bojonegoro Berbagi Tips Cegah Cedera Otak.

 

Bojonegoro, Kabar1news.com – Organ otak memiliki fungsi vital bagi kesadaran manusia. Sehingga, setiap orang perlu untuk menghindari cedera otak, termasuk mengetahui penyebab dan pencegahannya.

Tema menarik ini dibahas lengkap dalam program siar SAPA! Malowopati, Rabu (11/9/2024). Program siar radio ini menghadirkan dr. Achmad Zamroni, Sp.BS, spesialis bedah saraf RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo.

Dalam pemaparannya, dr. Zamroni menjelaskan struktur otak terdiri dari tiga bagian utama, yaitu otak kanan, otak kiri, dan otak kecil. Semuanya dihubungkan oleh batang otak. Batang otak memainkan peran penting sebagai penghubung antara otak dan sistem saraf tubuh lainnya.

“Otak dapat diibaratkan seperti pusat kontrol listrik tubuh. Jika terjadi gangguan di salah satu bagian otak, hal tersebut dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya,” jelasnya.

Salah satu topik penting adalah perbedaan antara cedera kepala dan cedera otak. Menurut dr. Zamroni, cedera kepala belum tentu mengganggu fungsi neurologis, sementara cedera otak terjadi ketika fungsi neurologis otak terganggu. Penyebab cedera otak bisa bervariasi, mulai dari trauma benturan, pendarahan spontan seperti stroke, tekanan akibat tumor otak, hingga hidrosefalus pada bayi.

Diagnosis cedera otak, lanjut dr. Zamroni, dapat dilakukan secara subjektif melalui wawancara pasien dan juga diagnosis objektif melalui CT scan, alat wajib dalam bidang bedah saraf. Selanjutnya, dr. Zamroni menjelaskan klasifikasi cedera otak berdasarkan Glasgow Coma Scale (GCS). Skala ini menilai tiga parameter utama, yaitu respon mata, verbal, dan motorik. Cedera otak dikategorikan menjadi ringan, sedang, atau berat.

“Cedera otak ringan mungkin hanya menimbulkan gejala seperti pusing atau vertigo, sedangkan cedera otak berat dapat menyebabkan penurunan kesadaran yang signifikan,” katanya.

Sesuai data di Indonesian Journal of Neurosurgery, mayoritas pasien cedera otak adalah laki-laki (64,75%), dengan kelompok usia 11-20 tahun sebagai yang paling banyak mengalami cedera (24,75%). Dr. Zamroni mencatat bahwa 81,25% dari kasus cedera otak disebabkan oleh kecelakaan kendaraan roda dua, sementara trauma jatuh menyumbang 15% dari total kasus.

Dr. Zamroni juga menggarisbawahi pentingnya pencegahan cedera otak. Ia merekomendasikan penggunaan helm saat berkendara sepeda motor dan sabuk pengaman saat mengemudikan mobil.

“Pencegahan adalah langkah terbaik untuk mengurangi risiko cedera otak yang serius. Hal ini sangat penting mengingat banyaknya kasus cedera otak akibat kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.

Dalam hal penanganan cedera otak, tidak semua kasus memerlukan tindakan operasi. “Keputusan untuk melakukan operasi tergantung pada volume pendarahan dan ketebalan pendarahan di otak. Jika pendarahan mencapai 30 cc atau lebih, maka operasi mungkin diperlukan,” jelas dr. Zamroni.

Bagi kasus yang tidak memerlukan operasi, pasien biasanya memerlukan observasi intensif di ICU atau HCU karena pendarahan merupakan proses berkelanjutan yang sewaktu-waktu dapat semakin parah.

Poli bedah saraf RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Fokus utama dalam penatalaksanaan bedah saraf adalah mengurangi angka kematian dan risiko kecacatan.

Tujuan utama dari intervensi bedah saraf meliputi beberapa aspek, yakni mencapai kesembuhan maksimal, memungkinkan pasien untuk hidup dengan cacat sedang namun masih dapat beraktivitas sendiri. Atau hidup dengan cacat berat yang memerlukan bantuan orang lain untuk beraktivitas.

Dalam kasus yang lebih parah, seperti locked-in syndrome atau keadaan vegetatif, penanganannya adalah menyediakan perawatan yang terbaik dan mengurangi penderitaan pasien. Meskipun begitu, dalam beberapa kasus yang sangat serius, kemungkinan terburuk seperti meninggal dunia tetap menjadi bagian dari realitas yang harus dihadapi. (Bjnkb/Red)

Tags: Berbagi TipsCegah Cedera OtakDokter Bedah SarafNEWSRSUD Bojonegoro

Related Posts

Badan Pengelola FKSPA Besakih Sosialisasi Pengawasan Makanan dan Minuman
Daerah

Badan Pengelola FKSPA Besakih Sosialisasi Pengawasan Makanan dan Minuman

23 Januari 2026
Beras Terapan Organik Bela Negara, Wujud dari Pertanian Ramah Lingkungan
AGRO SEKTOR

Beras Terapan Organik Bela Negara, Wujud dari Pertanian Ramah Lingkungan

30 Desember 2025
Rakerda UKS/M Digelar, Wujudkan Sekolah/Madrasah Berkualitas
KESEHATAN

Rakerda UKS/M Digelar, Wujudkan Sekolah/Madrasah Berkualitas

19 November 2025
Immoderma Awali Kampanye “Cantik dari Hati” Lewat Fun Run di Bojonegoro
KECANTIKAN

Immoderma Awali Kampanye “Cantik dari Hati” Lewat Fun Run di Bojonegoro

20 Oktober 2025
Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan, Katarak Center RSUD Padangan Diresmikan
KESEHATAN

Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan, Katarak Center RSUD Padangan Diresmikan

5 Agustus 2025
CKG di SMPN 1 Padangan, Siswa Mengaku Senang
KESEHATAN

CKG di SMPN 1 Padangan, Siswa Mengaku Senang

4 Agustus 2025
Wabup Tuban Tekankan Upaya Preventif Cegah Laju Prevalensi Stunting di Grabagan
Daerah

Wabup Tuban Tekankan Upaya Preventif Cegah Laju Prevalensi Stunting di Grabagan

24 Juli 2025
Peduli Kesehatan, Dinkes dan Pramuka Bojonegoro Berkolaborasi
KESEHATAN

Peduli Kesehatan, Dinkes dan Pramuka Bojonegoro Berkolaborasi

21 Juli 2025
Wabup Nurul Tekankan ASN SDM Rumah Sakit Beri Pelayan Prima
EVENT

Wabup Nurul Tekankan ASN SDM Rumah Sakit Beri Pelayan Prima

20 Juli 2025
Load More

Unduh di Playstore :

Nation Day :

Spesial Corner :

Pasang Iklan :

Info Terkini :

Kolom Ucapan :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.