Rabu, Januari 14, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » Ciri Khas Serta Jati Diri Bangsa Indonesia

Ciri Khas Serta Jati Diri Bangsa Indonesia

by jurnalis
21 Januari 2022
in Nasional
Aspek & Implikasi Hukum Didalam Pendaftaran Tanah Serta Penertiban Sertifikat Hak-Hak atas Tanah

Jakarta, kabar1news.com – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Peduli Nusantara Jakarta berpendapat bahwa di tengah perdebatan ideologi yang kembali marak di masyarakat, suasana ini berdampak kepada ketahanan negara kita.

Perbedaan pendapat yang berlarut-larut berulang kali mencuat di tengah degradasi karakter nasionalisme anak bangsa. Jangan lupakan bahwa idealnya setiap bangsa harus memiliki suatu konsepsi (ide maupun cita-cita).

Dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada 30 September 1960, Presiden Soekarno memperkenalkan Pancasila kepada dunia.

Soekarno mengingatkan pentingnya konsepsi dan cita-cita bagi suatu bangsa.

arus sejarah memperlihatkan dengan nyata bahwa semua bangsa memerlukan suatu konsepsi dan cita-cita.

jika mereka tak memilikinya atau konsepsi dan cita-cita.
Jika mereka tak memilikinya atau jika konsepsi dan cita-cita itu menjadi kabur dan usang, maka bangsa itu adalah dalam bahaya.
(Soekarno, 1989: 64)

Konsepsi kenegaraan dan hukum setiap negara bangsa memiliki kekhasannya masing-masing sesuai dengan latar belakang kesejarahan, kondisi sosial-budaya, serta karakteristik bangsa yang bersangkutan.
Salah satu karakteristik Indonesia yakni sebagai negara-bangsa yang besar, luas dan majemuk.

Sebuah negara-bangsa yang mengikat lebih dari lima ratus suku bangsa dan bahasa, ragam agama, budaya, serta kelas strata sosial di sepanjang sekitar 17.508 pulau, yang membentang dari 6’08’ LU hingga 11’15’ LS, dan dari 94′ 45′ BT hingga 141’05’ BT.
oleh karena itu diperlukan suatu konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menompang kebesaran, keluasan, dan kemajemukan ke-Indonesiaan.
Di atas segala kebesaran, keluasan, dan kemajemukan itu, bangsa Indonesia harus merumuskan konsepsi tentang dasar negara yang dapat meletakkan segenap elemen bangsa di suatu landasan yang statis sekaligus sebagai pemandu segenap elemen bangsa. Para pendiri bangsa berusaha menjawab tantangan tersebut dengan melahirkan konsepsi negara persatuan (kekeluargaan) yang berwatak gotong royong, bukan negara perseorangan seperti dalam konsepsi liberalisme-kapitalisme.

Dalam ungkapan Soekarno, “Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk golongan walaupun golongan kaya. tetapi kita mendirikan negara ‘ semua buat semua’ ‘satu buat semua’ ‘semua buat satu’.
Negara persatuan yang mengatasi paham perseorangan dan golongan, serta melindungi segenap bangsa Indonesia dalam seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan.

Hal tersebut dilakukan dengan mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan semangat kekeluargaan itu, konsepsi tentang dasar (falsafah) negara dirumuskan dengan merangkum lima prinsip utama sebagai “titik temu” (yang mempersatukan keragaman bangsa), “titik tumpu” (yang mendasari ideologi, norma, dan kebijakan negara), serta ” titik tuju” yang memberi orientasi kenegaraan dan kebangsaan indonesia, kelima prinsip utama itu dikenal dengan sebutan Pancasila kelima dasar itu yakni:

1.Ketuhanan Yang Maha Esa.
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3.Persatuan Indonesia.
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
kelima dasar falsafah negara kita agar tidak gampang digoyahkan sebagai bangsa, dan tidak mudah lupa arah dan tujuan.
Apapun tantangan ideologi di luar sana tak akan berdampak apapun bila kita kembali ke dasar falsafah jati diri indonesia yakni Pancasila.

Mari resapi, hayati dan amalkan agar kita lebih mendekat kepada tujuan di dirikannya Bangsa Indonesia.
Pembahasan oleh Dewan Pimpinan LPN Jakarta : Arthur Noija, S.H

Tags: Ciri Khas Serta Jati Diri Bangsa Indonesia

Related Posts

Cantika Wahono Hadiri Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025
LIPSUS

Cantika Wahono Hadiri Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025

14 November 2025
Tim Posyandu Bojonegoro Ikuti Rakornas SPM di Jakarta
Nasional

Tim Posyandu Bojonegoro Ikuti Rakornas SPM di Jakarta

23 September 2025
Presiden Prabowo Luncurkan Logo HUT ke-80 RI, Bupati Wahono Hadir Virtual
Nasional

Presiden Prabowo Luncurkan Logo HUT ke-80 RI, Bupati Wahono Hadir Virtual

24 Juli 2025
Presiden RI Luncurkan KDMP, Bupati Wahono Hadir Virtual Bersama Forkopimda
Nasional

Presiden RI Luncurkan KDMP, Bupati Wahono Hadir Virtual Bersama Forkopimda

22 Juli 2025
Presiden Prabowo Resmikan 80.081 KDMP, Gubernur Khofifah Sebut KDMP Pucangan Tuban Jadi Percontohan
Nasional

Presiden Prabowo Resmikan 80.081 KDMP, Gubernur Khofifah Sebut KDMP Pucangan Tuban Jadi Percontohan

22 Juli 2025
Isu Miring Penangkapan Narkoba di Buleleng, Kalapas Kerobokan: Nama Cuke Bukan Warga Kami
Daerah

Isu Miring Penangkapan Narkoba di Buleleng, Kalapas Kerobokan: Nama Cuke Bukan Warga Kami

17 Juli 2025
Polisi Sidoarjo Patroli Kamtibmas Akhir Pekan dan Tempat Ibadah
Daerah

Polisi Sidoarjo Patroli Kamtibmas Akhir Pekan dan Tempat Ibadah

13 Juli 2025
Evaluasi Pembinaan dan Perilaku WBP, Lapas Kelas IIA Sidoarjo Gelar Sidang TPP
Daerah

Evaluasi Pembinaan dan Perilaku WBP, Lapas Kelas IIA Sidoarjo Gelar Sidang TPP

9 Juli 2025
Pembinaan Rohani Melalui Yasin dan Tahlil, Lapas Sidoarjo Bangun Karakter Spiritual Warga Binaan
Daerah

Pembinaan Rohani Melalui Yasin dan Tahlil, Lapas Sidoarjo Bangun Karakter Spiritual Warga Binaan

7 Juli 2025
Load More

Unduh di Playstore :

Nation Day :

Spesial Corner :

Pasang Iklan :

Info Terkini :

Kolom Ucapan :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.