BMKG Bali Imbau Petani Waspada Perubahan Cuaca.
Bali, Kabar1News.com – Peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan tentu akan menyebabkan produksi pertanian menurun secara signifikan.
Kejadian iklim ekstrem berupa banjir dan kekeringan menyebabkan tanaman yang mengalami gagal panen.
Karena itu, BMKG Wilaya III Denpasar menghimbau kepada para petani untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca di Bali.
“Khusus yang sektor pertanian, karena cuacanya dia atas normal, biasanya itu hama dan penyakit banyak,” ujar Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho pada, Jumat (22/3/2024).
Ia menambahkan, biasanya berdasarkan hasil kordinasi dengan balai hama dan penyakit tanaman itu akan muncul bukan saat Lanina atau Elnino tapi setelah itu.
“Jadi tolong berhati-hati jika ada informasi cuaca di atas normal kita harus tanam banyak, monggo saja, tapi nanam saja, tapi hama dan penyakit harus selalu waspada,” tuturnya.
Ia menjelaskan, musim kemarau normal dan musim kemarau di atas normal itu bede, anginnya beda.
Selain itu, ia mengatakan kalau untuk di bagian pesisir paling perlu diwaspadai saat musim pancaroba yang terjadi saat ini.
Lebih jauh, ia menuturkan prediksi awal musim kemarau tahun 2024 di Bali akan terjadi pada bulan maret.
“Prediksi musim kemerau tahun 2024 diperkirakan awal bulan Maret di Bali,” yang lamanya adalah sepuluh hari) hingga Juni 2024,” katanya.
Ia menambahkan, di Bali memiliki 20 Zona Musim dan AMK. Jadi, ada 5 ZOM pada Maret, 8 ZOM pada April, 4 ZOM pada Mei dan 3 ZOM pada bulan Juni.
Cahyo, menjelaskan daerah yang diprediksi paling cepat musim kemarau pada bulan Maret Das II, diantaranya, Kelungkung bagian selatan, dan Karengasem bagian selatan, dan Nusa Penida, serta Gianyar bagian Selatan.
Di mana terdapat 5 ZOM maju lebih cepat masuk musim kemarau, 6 ZOM sama dengan tahun sebelumnya dan 9 ZOM lebih lambat dari tahun sebelumnya.
“Puncak musim kemarau 2024 di Provinsi Bali diprakirakan jatuh pada bulan Juli 2024 sebanyak 1 ZOM atau 5 persen dan Agustus 2024 sebanyak 19 ZOM atau 95 persen,” tandasnya.
Cahyo menuturkan, BMKG memprediksi hujan musim kemarau tahun 2024 secara umum bersifat Atas Normal sebanyak 19 ZOM atau 95 persen, Normal terdapat 1 ZOM atau 6 persen.
Karena itu, BMKG merekomendasikan agar melakukan langkah antisipatif terhadap potensi angin kencang, hujan deras dalam waktu singkat, serta puting beliung pada periode pergantian musim atau periode pancaroba Maret-Mei 2024. (*/d)





















