Yayasan Patriot Bangsa Mandiri Luncurkan SPPG Tamantirto 2 Kasihan Bantul
Bantul, Kabar1News.com – Yayasan Patriot Bangsa Mandiri menggelar opening dan launching (Peluncuran) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamantirto 2, di Jl.Nakulo, RT. 06, Tamantirto, Kasihan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat, (8/1/2026).
Peluncuran dihadiri Forkopimcam, perwakilan Kapanewon Kasihan, Koramil 03/Kasihan, Polsek Kasihan, Lurah Tamantirto, Puskesmas Kasihan, Tokoh Masyarakat, Perwakilan PIC Sekolah dan masyarakat sekitar.
Kegiatan grand opening dimulai dari sambutan-sambutan, potong tumpeng, potong pita dan ditutup dengan doa bersama. SPPG Tamantirto 2 running pertama dengan jumlah Penerima Manfaat (PM) sebanyak 998 siswa.
Asep Susilo A.S, Kepala Yayasan Patriot Bangsa Mandiri menyampaikan, penyelenggaraan Grand Opening dan Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamantirto 2 Kasihan Bantul ini adalah langkah yang sangat strategis dalam mendukung program nasional, khususnya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). “SPPG merupakan unit operasional terpadu yang berfungsi sebagai pusat produksi dan distribusi makanan bergizi. SPPG Tamantirto 2 dirancang untuk melayani ribuan sasaran, mulai dari siswa sekolah (PAUD hingga SMA), ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita di wilayah sekitarnya. Operasional SPPG tidak hanya sekadar “dapur umum”, melainkan mencakup ekosistem ekonomi dan kesehatan,” terangnya.
Asep menegaskan, dengan adanya SPPG ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Seperti membuka lowongan pekerjaan, mengurangi angka pengangguran, integrasi ekonomi kerakyatan, mengentaskan gizi buruk atau menurunkan angka stunting, dan meningkatkan kualitas SDM bangsa Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.
Selain itu, SPPG juga merupakan bagian dari aktualisasi nyata dari gerakan Bela Negara. Sebab Bela Negara tidak harus angkat senjata. “Namun menjadi bagian dalam mensukseskan program MBG juga bagian dari Bela Negara,” ucap Asep.
Harapannya, kata dia, dengan adanya SPPG Tamantirto 2 ini dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sekitar, anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita serta masyarakat luas. “Serta diberikan kemudahan dan kelancaran dalam melaksanakan program MBG ini,” tutup Asep. (Tio BN)





















