KKN-BBK 6 Unair Gelar Pelatihan dan Pengobatan Gratis di Sidomulyo.
Lamongan, Kabar1News.com – Warga Desa Sidomulyo diajak berkreasi dan peduli kesehatan lewat dua program mahasiswa KKN Unair. Mahasiswa Universitas Airlangga yang sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 6 Unair sukses gelar dua program kerja bersamaan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan pada Selasa, 22 Juli 2025 lalu.
Kegiatan tersebut berupa pelatihan pembuatan lilin hias dari minyak jelantah dan pengobatan gratis bagi warga desa, yang berlangsung di Balai Desa Sidomulyo mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Dua program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa Unair dalam memberdayakan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran kesehatan warga desa. Kegiatan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang tercermin dari kehadiran puluhan warga yang mengikuti pelatihan maupun memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Inovasi dari Limbah Rumah Tangga Pelatihan pembuatan lilin hias dari minyak jelantah diikuti oleh sekitar 30 orang ibu-ibu anggota PKK Desa Sidomulyo. Acara ini turut dihadiri dan dibuka langsung oleh Ibu Kepala Desa serta Ibu Sekretaris Desa Sidomulyo, yang juga ikut memimpin jalannya kegiatan.
Menurut Koordinator Desa KKN-BBK 6 Unair, kegiatan ini bertujuan mengedukasi warga mengenai cara mengolah limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, agar tidak mencemari lingkungan. Alih-alih dibuang, minyak bekas pakai tersebut dapat didaur ulang menjadi produk lilin hias yang memiliki nilai ekonomis.
“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah dapur seperti minyak jelantah bisa dimanfaatkan menjadi produk kreatif dan bernilai jual. Ini bisa menjadi peluang usaha rumahan yang mudah dilakukan oleh ibu-ibu di desa,” ujar Mega Putri, mahasiswa Ilmu Informasi dan Perpustakaan 2022, yang menjadi koordinator desa.
Dalam sesi pelatihan, para peserta dibimbing secara langsung mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan tambahan seperti pewarna dan aroma, hingga pencetakan dan dekorasi lilin. Hasil akhir dari pelatihan berupa beberapa lilin hias berwarna dan beraroma yang sukses dibuat oleh para peserta. Dalam pelaksanaan kegiatan ini pula, diberikan apresiasi hadiah bagi para peserta yang memiliki hiasan terbaik.
Layanan Kesehatan untuk Semua Usia
Selain pelatihan daur ulang minyak, kegiatan KKN-BBK 6 juga menghadirkan layanan pengobatan gratis bagi seluruh warga Desa Sidomulyo. Layanan ini merupakan hasil kerja sama antara mahasiswa Unair, Puskesmas Karangpilang, dan Poskesdes Sidomulyo.
Kegiatan berlangsung di area Balai Desa yang disulap menjadi pos layanan kesehatan sementara. Warga yang dewasa hingga lansia datang silih berganti untuk memeriksakan kesehatan. Beberapa layanan yang disediakan antara lain pengecekan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi medis, dan pemberian obat-obatan dasar. Tenaga medis dari Puskesmas Karangpilang dan Poskesdes Sidomulyo saling bekerja sama dengan para mahasiswa dalam memberikan pelayanan kepada warga.
Adapun pihak perangkat desa yang diwakili oleh Kades dan Sekdes mengapresiasi inisiatif mahasiswa Unair yang dinilainya sangat relevan dan bermanfaat bagi warga.
Ia berharap pelatihan seperti ini bisa terus dilanjutkan dan dikembangkan menjadi usaha mikro warga desa.
“Kegiatannya baik, untuk ibu-ibu bisa menciptakan kreasi di rumah dengan bahan daur ulang dari minyak jelantah artinya bahan yang didapat sudah ada dirumah sehingga bisa dikreasikan dengan bahan lain. Nilai jual bisa dihitung jika berkenan dan dibuat UMKM desa. Untuk kegiatan pengobatan gratis itu hal yang bagus untuk kesehatan dari warga desa sidomulyo. Saya lihat sudah tertata dan terstruktur mulai dari pendaftaran, tensi, berat badan sampai diagnosis sakit pasien sampai pemberian obat. ” kata Wahyu, Sekdes Sidomulyo saat diwawancarai.
“Alhamdulillah dua kegiatan berjalan lancar dan sukses, terima kasih untuk adik-adik KKN Unair,” imbuhnya.
Kegiatan gabungan ini menunjukkan bagaimana program KKN-BBK dapat membawa dampak nyata bagi masyarakat desa, tidak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan lingkungan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat. Harapannya keterampilan membuat lilin hias bisa dikembangkan secara mandiri dan kebiasaan menjaga kesehatan bisa terus ditingkatkan,” ujar Mega
Mahasiswa KKN-BBK 6 Unair sendiri telah menjalankan berbagai kegiatan sejak awal bulan Juli di Desa Sidomulyo dan akan terus melanjutkan program-program lainnya hingga masa penarikan pada awal Agustus mendatang.
Sementara, Kepala Desa Sidomulyo mengungkapkan harapannya agar kerja sama antara pemerintah desa dan institusi pendidikan seperti Unair dapat terus terjalin di masa mendatang.
“Kami sangat terbuka untuk kegiatan serupa. Kehadiran mahasiswa sangat membantu dan memberi warna baru bagi desa kami,” katanya. (*/Red)
*)Penulis: Kelompok KKN-BBK 6 Unair






















