Ubud – Bali, Kabar1News.com – Imigrasi Kelas I Denpasar dan Kanwil Kemenkumham Bali kembali melakukan operasi mandiri di Hotel Parq Ubud pada, Sabtu 15 April 2023 malam.
Diketahui, Parq Ubud salah satu tempat yang cukup besar di Ubud dan di dalamnya terdapat banyak warga negara asing (WNA) yang menginap, karena itu Imigrasi Denpasar menggelar operasi secara mandiri.
Kepala Imigrasi kelas I TPI Denpasar Tedy Riyandi menuturkan dari hasil pengecekan tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan WNA yang tinggal di sini.
“Sudah memeriksa bahwa seluruh dokumen yang menginap di sini baik paspor maupun izin tinggal semuanya masih valid, tidak ada yang overstay atau pelanggaran lainya kita tidak temukan,” ujar Tedy Riyandi di Parq hotel pada (15/4/2023) malam.
Selain itu Tedy menyebut, dari hasil pemeriksaan terdapat 50 persen WNA berasal dari Rusia selebihnya dari beberapa negara lain tidak hanya dari Rusia.
“Dari hasil pemeriksaan tim malam ini di Parq hanya 50 persen warga negara asing ( WNA) Rusia, dan selebihnya dari negara lain,” tuturnya.
Tedy menambahkan, dari hasil pemeriksaan tim Imigrasi terhadap pengunjung atau tamu menginap di Parq, terdapat empat orang yang bekerja di sini semuanya pemegang kartu izin tinggal terbatas.
“Yang bekerja di sini ada empat WNA yang kebetulan semuanya pemegang kartu izin tinggal terbatas. Ada warga negara Malaysia dan Rusia,” ungkapnya.
Sementara itu kata Tedy, operasi tersebut tidak ada kaitannya dengan pernyataan Wagub Bali terkait kampung turis Rusia, tetapi ini betul-betul operasi mandiri yang rutin dilakukan oleh Imigrasi.
“Ini sekali lagi saya tegaskan pelaksanaan sidak adalah operasi mandiri keimigrasian yang rutin kita laksanakan. Tidak ada kaitannya Parq sebagai kampung Rusia,” ucap Tedy.
General Manager Parq hotel, I Made Dwi Surya Permadi mengungkapkan tidak ada batasan tamu di sini, Parq hotel terbuka untuk semua tamu.
“Kita tidak pernah membatasi orang non Rusia untuk ke sini. Siapa pun boleh datang kesini bahkan data tamu yang menginap di sini bisa dipastikan antara 50 sampai 60 persen antara Rusia dan non Rusia,” tandas Dwi Surya.
Hal itu ia mengatakan, dari akses masuk tidak ada portal pembatas dan menanyakan setiap tamu yang datang, namun yang jelas pihaknya sangat terbuka dengan semua tamu yang datang.
“Pas masuk tidak ada yang menanyakan dan portal mau kemana cari siapa, tidak ada. Sampai di lobby kebanyakan pertama kali orang baru datang ke sini tanya ini apa, ada apa di sini,” tutup Dwi Surya. (Rilis)





















