Beli, Kabar1News.com – Walet Reaksi Cepat (WRC) Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Bali menggelar acara Diskusi bertemakan “Selamatkan Generasi, Merawat Negeri War on Drug”, dan menghadirkan Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol. R. Nurhadi Yuwono yang didapuk selaku Keynote Speaker.
Forum diskusi ini berlangsung di Grand Shanti Hotel, Jalan. Patih Jelantik, Denpasar, Bali pada, Jumat 31 Maret 2023. Acara dimoderatori
Kristoforus Toni Harjo, dihadiri pula Komandan WRC Provinsi Bali, Berni Wie Rido dan Ketua DPD LAN Provinsi Bali, Adv. AKBP (P) Jony Lay, dan Wakil Komandan I WRC LAN Provinsi Bali, Kotukhov Artem, dan elemen mahasiswa dari berbagai universitas di Denpasar.
Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol. R. Nurhadi Yuwono seusai diskusi, kepada puluhan media menyampaikan bahwa, Salah satu kejahatan yang muncul di Indonesia adalah kejahatan Narkoba. Narkoba ini merupakan pembunuh dan perusak bangsa. Karena itu wajib hukumnya kita perangi.
“Oleh karena itu pula, selaku Kepala BNNP Bali, saya mengapresiasi dilaksanakannya acara Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Walet Reaksi Cepat Lembaga Anti Narkotika Provinsi Bali ini,” jelasnya, Jumat (31/3/2023).
Disebutkan, Inpres nomor 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) merupakan fondasi bagi upaya pemberantasan Narkoba secara keseluruhan melalui Penyediaan dan Penyebaran Informasi tentang Pencegahan Bahaya Narkotika dan Prekursor Narkotika kepada pejabat negara, ASN, TNI, POLRI, dan masyarakat.
Dan sebagai bentuk implementasinya dilakukan test urine bagi ASN, TNI dan Polri serta komponen masyarakat lainnya.
Dalam memerangi peredaran Narkoba di Bali, pihaknya telah memetakan 3 (tiga) kawasan rawan peredaran Narkoba.
“Tiga kawasan yang kita tentukan di Propinsi Bali ialah kawasan bahaya, kawasan waspada, dan gabungan dari kedua kawasan. Dan kawasan waspada yang menjadi atensi petugas BNNP di seluruh Bali itu ada 34. Dari 3 kawasan ini kita lakukan kegiatan sosial berupa sosialisasi. Ada desa Bersinar. Inilah kawasan yang menjadi prioritas kita menjadi kawasan Bersinar atau kawasan Bersih dari Narkoba,” ungkap Jenderal bintang 1 di pundak itu.
Kata dia, saat ini, pengguna narkoba didominasi pelaku berusia muda belia sehingga inilah yang menjadi perhatian serius agar generasi muda kita diselamatkan dari barang haram tersebut.
“Kita bahkan baru-baru ini pernah menangkap seorang remaja putus sekolah yang masih berusia 20 tahun. Ini lah yang menjadi perhatian kita semua, termasuk para orang tua dan masyarakat secara keseluruhan,” harapnya.
Terkait rehabilitasi pengguna narkoba, dikatakan,” kami di BNNP setiap tahun ada Slot Gratis bagi pengguna. Dan tahun ini kami sediakan 60 slot pembiayaan gratis. Mengingat banyaknya pengguna yang harus menjalani rehabilitasi tentu itu harus biaya sendiri. Tentu kami harapkan pemerintah daerah untuk membantu pembiayaan rehabilitasi ini,” harapnya.
Di lain pihak, terkait apa yang mendorong diselenggarakannya kegiatan ini, Kerua WRCKomandan WRC Provinsi Bali, Berni Wie Rido
merasa terpanggil untuk menyelamatkan generasi muda. Karenanya, pihaknya melakukan upaya-upaya membantu kepolisian sebagai informan dalam upaya memberantas narkoba.
“Ya kami melaksanakan kegiatan ini karena peduli terhadap generasi muda kita agar tidak menggunakan narkoba. Satu lagi, adanya penangkapan-penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian selama ini tidak terlepas dari informasi yang kami berikan,” ucapnya, bangga.
Wakil Komandan I WRC LAN Provinsi Bali, Kotukhov Artem, bule asal Rusia yang fasih berbahasa Indonesia ini menyatakan banyak membantu mengungkapkan kasus-kasus Narkoba yang melibatkan warga negara asing (WNA). Ia katakan dari jumlah kasus Narkoba yang diungkap kepolisian kebanyakan melibatkan Warga negara Rusia menempati posisi teratas dan WN Amerika di posisi kedua.
“Kalau kasus Narkoba ya posisi teratas ditempati Warga negara Rusia dan kedua Amerika,” tutupnya. (*)





















