DIY, Kabar1news.com – Dosen dan karyawan Akademi Manajemen Adminstrasi Yogyakarta (AMAYO) mengikuti tour singkat melalui program Jogja Heritage Track pada hari Selasa, (7/3/2023).
Tour singkat tersebut diikuti Direktur AMAYO, (H. Mochamad Rofik), Wakil Direktur 1 (Wahyudiyono), Wakil Direktur 2 (Sri Wahyuni), Ketua Studi Program (Yulianto Hari Nugroho), Sekretaris Prodi (Suliantoro), Ketua LPPM (Ary Subiyantoro), Kepala Bagian Akademik (Khoiri Najib) dan Kepala Bagian Kemahasiswaan (Agus Hartadi).
Tour menyusuri sumbu filosofi Yogyakarta yang diikuti oleh dosen dan karyawan Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta tersebut berangkat pada 14.00 – 15.30 WIB menggunakan dua bus yaitu bus kraton berwarna kuning dan bus malioboro berwarna merah.l dengan rute perjalanan dari meeting point – Kraton – Pura Pakualaman – Kota Baru dan kembali ke meeting point. Untuk meeting point yang ditentukan oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta berada di kantor JTTC (Jogja Tourism Training Center) di Jl. Arimbi No 1 Kragilan, Sinduadi, Sleman.
Jogja Heritage Track yaitu bus wisata yang menyusuri tempat bersejarah kawasan sumbu filosofi Yogyakarta yang diajukan sebagai warisan budaya dunia ke Organisasi Pendidikan Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Proses pengajuan sumbu filosofi sebagai warisan dunia ke UNESCO sudah dimulai sejak tahun 2014 dan didatangi oleh tim penilai pada Agustus 2022 dan akan disidang pada September tahu 2023.
Dosen tetap Pancasila dan Kewarganegaraan di Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta, Daru Putri Kusumaningtyas, S.E., M.Han mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan karyawan Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta tersebut merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kecintaan terhadap Indonesia.
“Serta juga menanamkan cinta kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta,” ungkapnya.
Senada, Wahyudiyono menambahkan, ini juga salah satu upaya agar seluruh mahasiswa mau mengenal dan mencintai warisan-warisan budaya yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Sekaligus menunjukan bahwa AMAYO adalah perguruan tinggi Asli Jogja yang siap berkarya untuk Indonesia ”, imbuhnya. ( asep )





















