LABUAN BAJO, kabar1news.com – Untuk mepertahankan kualitas dan mutu di tengah persaingan pasar global. Kopi Arabika dan Robusta unggulan pulau Flores secara komitmen akan tetap mengelolah berbasis alami.
Diakui kedua kopi unggulan Arabika dan Robusta dari pulau Flores ini sudah diakui kementrian hukum dan Ham pada bulan April 2018, dan bahkan kedua kopi ini sudah diakui duni.
Ketua MPIG-KAFM, Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Arabika Flores Manggarai, Yoseph Janu pada Senin (23/1/22), kedepanya kualitas kopi tetap dipertahankan melalui pengelolaan berbasis alami.
“Kita kedepan akan perhatikan betul terkait intervensi packing berbasis lokal. Ini Proses sosialisasi butuh waktu yang sangat lama,” ujarnya.
Dijelaskan, packing berbasis lokal ini sangat mengutungkan dari segi kualitas hidup dan bahkan upaya packing berbasis lokal ini sangat bagus untuk lingkungan hidup dan sejauh ini masih pada packing berbasis plastik.
“Kita akan berjuang terus biar dari sisi lingkungan bisa diselamatkan karena yang masih tren packing sekarang masih berbahan plastik. Ini yang kita harus bedah dengan memanfatkan produk lokal biar kualitas kopi kita tetap dipertahankan,” ungkapnya.
Yoseph menuturkan, di Flores Manggarai ada dua jenis kopi yang pasarnya sudah menjangaku internasional, diantaranya kopi Arabika dan Robusta dua-duanya sudah diakui hak kekayan oleh mentri hukum dan ham.
“Di Manggarai ini terkenal dengan dua Jenis kopi, yaitu Arabika dan Robusta. Kedua kopi ini sudah diakui kekayan oleh mentri hukum dan ham. Atas dasar itu juga dibentuklah masyarakat perlindungan kopi Arabika dan masyarakat perlindungan kopi Robusta,” katanya.
Yoseph mengatakan, secara proses dari hulu ke hilir kedua kopi ini sudah memenuhi standar secara pemasaran dan ini yang akan terus diperhatikan kedepan agar kualitasnya tetap terjaga dengan baik.
“Kopi ini secara Proses dari Hulu ke hilir sudah diakui oleh negara. Kedua kopi ini secara nilai sudah memenuhi standar,” terangnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, kedua kopi ini sudah mengikuti lomba dan dari Lomba tersebut kopi Arabika dan Robusta mendapat rengking terbaik bahkan lomba di Prancis tahun 2018 Kopi asal Manggarai, Flores ini mendapat piala dari ajang tersebut.
Ia juga mengatakan, dalam konteks transformasi sistem memang butuh waktu, perlu ada komunikasi yang kompleksitas dan hal ini sudah dijalankan secara perlahan berharap pola-pola lama itu akan dipinggirkan sehingga standar packing kedua kopi ini berbasis lokal.
“Kita tetap berjuang paling tidak packing kopi dari sisi lingkungan itu tetap diselamatkan melalui bahan lokal yang ada di Flores, Manggarai. Ubtuk mengubah haluan ini agak berat tapi kita tetap berusaha ke arah sana,” tutup Yoseph Janu.





















