Rabu, Januari 14, 2026
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Beranda » DIY Darurat klitih, Pelaku Kurang Perhatian?

DIY Darurat klitih, Pelaku Kurang Perhatian?

by jurnalis
28 Desember 2021
in Daerah
DIY Darurat klitih, Pelaku Kurang Perhatian?

Jogja, kabar1news.com – Aksi klitih yang marak terjadi menjadi rapor merah bagi wajah Kota Jogja. Siapa sangka di balik gemerlapnya destinasi wisata ini tersimpan aksi kejahatan mengerikan yang bisa menimpa siapa saja.

Klitih merupakan istilah yang dipakai masyarakat Jogja untuk menyebut kejahatan yang terjadi di jalan raya. Selama ini kebanyakan pelaku aksi tersebut adalah remaja usia SMP maupun SMA.

Makna Klitih Kota Jogja yang menjadi tujuan pendidikan hingga wisata ternyata memiliki bentuk kenakalan remaja yang menjadi momok bagi warga setempat. Sebagai informasi, klitih dalam bahasa Jawa berarti kegiatan angin di luar rumah atau keluyuran. Menurut sosiolog kriminal Universitas Gadjah Mada (UGM) Suprapto, klitih sebenarnya mempunyai makna yang positif. Klitih merupakan kegiatan untuk mengisi waktu luang.

Akan tetapi makna itu kemudian menjadi negatif ketika kegiatan mengisi waktu luang itu diisi dengan melakukan tindak kejahatan di jalan, menyerang orang lain secara acak tanpa motif yang jelas. Saat ini makna klitih dimaknai sebagai aksi kejahatan yang kebanyakan dilakukan remaja di jalanan pada malam hari.

Gambaran dari klitih adalah aksi penyiletan terhadap orang lain. Biasanya pelaku klitih adalah sekelompok geng yang berusaha menyerang lawannya. Tetapi bisa juga menyasar masyarakat umum yang sama sekali tidak dikenal oleh pelaku.

Meskipun demikian, klitih diyakini bukan kejahatan bawaan lahir, tetapi dilakukan secara sadar. Kebanyakan motif pelaku adalah balas dendam, rasa tidak suka, atau sekadar mencari-cari kegiatan sebagaimana makna asli dari klitih.

Aksi klithih sebagai kenakalan remaja bukanlah kenakalan biasa, karena banyak memakan korban dengan cara melukai fisik. Korban yang dipilih pun tidak pandang bulu. Mayoritas sesama remaja, namun mahasiswa hingga orang dewasa pun tak luput menjadi korban aksi klitih yang marak di Jogja.

Para pelaku aksi klitih biasanya tidak segan melukai korban dengan cara membacok, memukul, atau menyerang menggunakan senjata tajam. Berbeda dengan begal yang merampas harta korban, pelaku klitih biasanya cukup puas melihat korban terluka dan tidak berdaya. Mereka akan meninggalkan korban terkapar begitu saja.

Penyebab Klitih Marak di Jogja
Zulfikar Pamungkas dalam skripsi bertajuk Fenomena Klithih sebagai Bentuk Kenakalan Remaja dalam Perspektif Budaya Hukum di Kota Yogyakarta (2018), ada dua faktor yang menyebabkan maraknya aksi tersebut. Yaitu faktor lingkungan dan internal remaja.

Sarjana hukum lulusan Universitas Islam Indonesia itu menyebutkan lemahnya kontrol diri remaja memengaruhi kepribadian mereka dalam berperilaku positif maupun negatif. Selain itu, maraknya aksi klitih di Jogja yang dilakukan remaja juga disebabkan oleh faktor internal berupa masa pubertas yang berpengaruh pada ego dan rasa ingin tahu yang tinggi.

Fenomena klitih di Jogja juga menjadi bahan kajian dari Ahmad Fuadi, Titik Muti’ah, dan Hartosujono dari Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Artikel berjudul Faktor-Faktor Determinasi Perilaku Klitih yang mereka tulis menjelaskan beberapa alasan yang melatarbelakangi kejahatan di jalanan itu.

Kurang Perhatian Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang orang tua, masalah keluarga, hubungan dengan kelompok, hubungan dengan lingkungan, serta karakter individu sangat berpengaruh pada perilaku klitih di Jogja. Sementara yang menjadi faktor determinasi atau penentu aksi klitih adalah kesesuaian dengan kelompok. Jadi, klitih adalah sarana bagi para remaja untuk mendapatkan perhatian orang tua sekaligus melampiaskan emosi.

Dengan demikian, hal yang mendasari perilaku klitih adalah hubungan keluarga dan orang tua yang memiliki masalah, dinamika interaksi remaja dengan kelompok, serta karakter individu. (*Cp)

Related Posts

Penutupan TPA Suwung Ditunda Hingga November 2026
Daerah

Penutupan TPA Suwung Ditunda Hingga November 2026

14 Januari 2026
Polres Tuban Panen Raya Jagung Kuartal IV di Tegalagung Semanding
Daerah

Polres Tuban Panen Raya Jagung Kuartal IV di Tegalagung Semanding

8 Januari 2026
Rumah KPM Bansos di Bojonegoro Dipasang Stiker Miskin
Daerah

Rumah KPM Bansos di Bojonegoro Dipasang Stiker Miskin

7 Januari 2026
Perayaan Nataru di Bojonegoro Berlangsung Aman
Daerah

Perayaan Nataru di Bojonegoro Berlangsung Aman

6 Januari 2026
Wabup Nurul Jadi Irup Peringatan HAB 80 Kemenag Bojonegoro
Daerah

Wabup Nurul Jadi Irup Peringatan HAB 80 Kemenag Bojonegoro

4 Januari 2026
Beras Terapan Organik Bela Negara, Wujud dari Pertanian Ramah Lingkungan
AGRO SEKTOR

Beras Terapan Organik Bela Negara, Wujud dari Pertanian Ramah Lingkungan

30 Desember 2025
Forkopimda Tuban Bersama Karonena Polda Jatim Pastikan Natal 2025 Aman
Daerah

Forkopimda Tuban Bersama Karonena Polda Jatim Pastikan Natal 2025 Aman

25 Desember 2025
LPBA Nurul Huda Lowayu Gresik Lakukan Kerjasama Pembelajaran Bahasa Inggris
Daerah

LPBA Nurul Huda Lowayu Gresik Lakukan Kerjasama Pembelajaran Bahasa Inggris

20 Desember 2025
Bupati Wahono: Perda KTR Bukan Larangan Merokok
Birokrasi

Bupati Wahono: Perda KTR Bukan Larangan Merokok

17 Desember 2025
Load More

Unduh di Playstore :

Nation Day :

Spesial Corner :

Pasang Iklan :

Info Terkini :

Kolom Ucapan :

Kabar1News.TV : (Klik)

Kategori Berita Lainnya :

UMKM Bela Negara : (Klik)

Bela Negara :

Berita Terkini Seputar Lamongan

  • Redaksi
  • Pedoman media siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • KOMUNITAS
  • RAGAM
    • KRIMINAL
    • PERISTIWA
    • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • LIFESTYLE
    • OLAH RAGA
    • PROFIL USAHA & BISNIS
    • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • HANKAM
  • HUKUM
  • LIPSUS
  • POLITIK
  • WISATA
  • SEPUTAR DESA
  • AGRO SEKTOR

© 2021 Kabar1news Berita Terkini Nusantara

Don`t copy text!
Situs Kami menggunakan cookie. Kunjungi Kebijakan Cookie Klik "Terima" untuk melanjutkan.